Showing posts with label radikalbebas. Show all posts
Showing posts with label radikalbebas. Show all posts

Sunday, September 20, 2015

Gula Rendah Kalori” kultwit @erikarlebang

Ketawa geli, lihat kerabat yang divonis punya problem gula, memasukan gula kalori rendah ke secangkir kopi “Kan kalori rendah” #kibulansehat

Kenapa masih ngopi? Kenapa gak minum air putih | “Aduh gue paling gak bisa abis makan gak minum kopi” jawab pertanyaan saya #kibulansehat

Bagus juga dia gak tau siapa dan apa reputasi saya. Jadi bisa paham pola pikir umum penderita penyakit degeneratif populer ini #kibulansehat

Saya beri pertanyaan logis lain, “Punya problem kolesterol, gak?”| “Iya ada! Wah tau aja lo!”| “Terus makan apa disini?” #kibulansehat

Kebetulan di acara sukuran keluarga ini, makanan di meja atau booth gak ada yang bersahabat dengan penderita kolesterol #kibulansehat

Gak masalah, kemana-mana sekarang bawa ini *rogoh saku tunjukkan kapsul produk berembel-embel ‘lipid’* “Abis makan, minum!” #kibulansehat

Lo harus punya, seumuran kita udah harus peduli kesehatan. Lo cek deh gula sama kolesterol, siapin ginian lanjutnya lagi #kibulansehat

Setelah itu kami berpisah. Dia pindah ke seksi makanan penutup ringan. Gak tau, makanan apa yang diambil? Kan manis semua! #kibulansehat

Males juga nanya lebih jauh, sulap apalagi yang dia punya untuk mengatasi problem makanan penutup yang umumnya manis-manis? #kibulansehat

Tapi darinya saya bisa belajar sekali lagi kenapa penyakit degeneratif itu makin buruk wujudnya dari waktu ke waktu #kibulansehat

Sayang saya malas juga bertanya ke dia, pendapatnya apa “Kok bisa punya problem gula dan kolesterol di usia yang masih muda?” #kibulansehat

Badannya juga gak jelek. Bagus malah. Tergolong masih langsing untuk seusianya. Paling gak indikasi masih rutin berolahraga #kibulansehat

Berdasar elemen jawaban dan fakta terlihat, saya berani bertaruh jawaban dia pasti “Gak tau nih kenapa?” Atau “Ini turunan!” #kibulansehat

Ujung-ujungnya sih Tuhan yang disalahin *nyengir*. Kasihan sekali, orang seperti kerabat saya ini cuma memperpanjang masalah #kibulansehat

Beralih ke gula kalori rendah untuk menikmati ‘manisnya hidup’ bagi penderita problem gula, itu paham yang benar-benar ngawur #kibulansehat

Analoginya mirip mobil yang lampu oli menyala, bukannya ganti oli atau ditambah, tapi malah, sekering lampu indikator dicabut! #kibulansehat

Atau minum lipid-lipidan untuk mengatasi masalah makanan berkolesterol. Itu sama kayak minum racun dan penawarnya sekaligus #kibulansehat

Jangan bicara konsep mencegah dan merawat kesehatan, apa yang kerabat saya lakukan itu mengawetkan proses perusakan kesehatan #kibulansehat

Kalau mau sehat, basis tindakan kita seharusnya preventif dan supportif, mencegah dan merawat! Jangan kebalik! #kibulansehat

Basis kesehatan kuratif, sakit dulu baru diobati, mayoritas acap hanya melambatkan kerusakan atau memperparah proses kematian #kibulansehat

Sakit gula lantas berpaling pada produk rendah kalori, lantas minum kopi atau teh, itu tetap siksa pankreas! Problem pangkal #kibulansehat

Badan langsing, rajin olahraga, masih kena kolesterol? Cek pola makan harian! Jangan lari mengandalkan produk lipid-lipidan #kibulansehat

Saya pernah mentwit kenapa kolesterol muncul padahal rajin olahraga dan (mengira sudah) jaga makan. Ada di web dan buku saya #kibulansehat

Demikian kibulan sore ini. Suka sukur! Gak suka? Unfollow! Gak follow cerewet? Coba minum larutan gula diet ke segelas obat nyamuk cair

Sunday, March 29, 2015

“Kanker Usus vs Protein Hewani & Radikal Bebas - by @erikarlebang”

Kultwit kanker Usus vs Protein Hewani & Radikal Bebas - by @erikarlebang

RT @erikarlebang Dapet berita salah satu teman lama, sekarang sedang berjuang menghadapi problem kanker usus. Kaget? Sama sekali tidak! Karena sangat tipikal

Teman ini bisa dibilang cetak biru dari apa yang selama ini saya edukasikan atau sekedar ceritakan. Dari ragam sisi, pola makan gaya hidup

Yang pasti teman ini adalah anak gym. Kalau saya selama ini cerita berdasar observasi-logika berdasar pengalaman gym 20 tahunan, dia lebih

Jaman saya belum ikutan ngegym, dia udah sekitar 3-4 tahun duluan. Waktu itu saya masih bengong liat dia minum protein shake, telan suplemen

Makan protein hewani layaknya karnivora. Bawa bekal isinya daging yang wujudnya udah gak jelas. Pastinya gak enak, wong gak pake bumbu!

Badannya sih ya jaman itu jelas bikin ngiri. Kekar dan berbentuk serta minim lapisan lemak. Keren lah.. Buat yang gak tahu kesehatan

Nah skip kenangan masa lalu, apa yang dia alami sekarang, setelah nyaris seperempat abad, tipikal banget, kanker usus besar! Ya iyalah!

Makan padat protein hewani model, minum protein shake dan konsumsi suplemen gak jelas gitu. Pasti badannya bereaksi menghasilkan masalah

Saya sudah sering cerita, betapa tubuh manusia itu tidak didisain oleh Tuhan untuk mengkonsumsi protein hewani dalam jumlah banyak, sering!

Boleh jadi protein hewani lengkap kandungan asam amino pembentuk protein yang berguna untuk membangun blok sel tubuh, tapi ada tapinya

Proses pemecahan protein hewani menjadi asam amino agar mudah dirangkai kembali oleh tubuh itu luar biasa rumit dan berat. Rentan cacat

Akhirnya saat dirangkai ulang dijadikan blok sel tubuh, bahan cacat itu buat 'revitalisasi' sel tubuh dalam keadaan juga cacat, penuh sampah

Sel kanker itu apa? Salah satu definisinya adalah sel yang punya sifat radikal dalam menyalahi siklus alaminya. Kenapa radikal? Karena cacat

Jadi kalau setelah puluhan tahun teman saya ini terkena kanker usus, ya saya gak kaget lagi. Lagipula, dia cuma satu dari 'buanyaaak' kasus

Saya beri contoh eksak aja deh. Ini contoh foto data klinis usus besar dari mereka yang menjadikan protein hewani sebagai menu utama

Ngambilnya dari data Dr. Hiromi Shinya, gastroenterolog kelas dunia, kalau gak bisa dibilang yang terbaik! 370.000 manusia 50 dekade praktek

Yang atas usus besar orang sehat, yang dibawah ya gitu deh..

Karnivora! pic.twitter.com/BbjLktEdQD

Yang usus besar sehat, makannya apa? Gak sampe 10-15% protein hewaninya dalam menu harian, mingguan atau bulanan. pic.twitter.com/BbjLktEdQD

To make things worst, temen saya ini punya hobi baru mengikuti tren saat ini, "(mendadak) atlet lari jarak jauh". Kok jadi lebih buruk?

Kalau larinya sekedar memenuhi kaidah latihan kardiovaskular, melatih koordinasi kerja paru dan jantung, sih gak papa. Malah bagus

Tapi konsep kardiovaskular itu cuma butuh waktu 30-60 menit aktivitas fisik, lari misal, agar kerja jantung paru stabil di level tertentu

Kalau larinya mendadak atlet? Kayak yang lagi tren sekarang? Tiap minggu ikutan lomba? Ya sebelum saya bilang jelek atau buruk, liat ini ya

Lihat gak beda gambar ini? Antara apel cantik dan apel buruk rupa. Tau bedanya dimana?

Ini yang namannya oksidasi pic.twitter.com/X0LcZidMWT

Perusakan yang dilakukan oleh oksigen. Yang kiri saat apel baru dibelah dalam keadaan segar, satunya pasca didiamkan
pic.twitter.com/X0LcZidMWT

Oksigen merusak? Ya itulah siklus alam. Kita sebagai mahluk hidup dihidupi oleh oksigen, tapi di sisi lain, oksigen juga 'menghabisi' kita

Oksigen 'menghabisi' sel. Membuatnya rusak. Ini yang biasa kita sebut dengan istilah 'radikal bebas'. Saat normal, ini hal biasa saja

Siklus ini yang membuat tubuh bisa membuang sel yang sudah usang untuk diganti sel baru. Di sekitar juga gitu, besi berkarat, kayu lapuk dll

Kalau gak ada siklus ini mungkin sampah dari jaman Nabi Adam sampe sekarang masih betebaran dimana-mana. Bumi penuh sesak!

Nah problemnya muncul, saat siklus ini berada diatas ambang normal. Apa yang terjadi? Yak, sel tubuh kita yang sehat pun ikutan terganggu

Tubuh sebenarnya punya penanggulangan untuk itu, dia membuat enzym superoxide dismutase, tapi ini langkah darurat. Boroskan cadangan enzim

Saat berolahraga diluar ambang batas kemampuan tubuh, ya masalah terjadi bertubi, sel tubuh rusak lebih banyak, SOD boroskan cadangan enzim

Apa yang terjadi saat sel tubuh terganggu berlebihan? Kanker? Salah satunya. Gak cuma itu. Semua struktur dan sistem tubuh rusak

Menua lebih cepat, kerusakan anatomis-fisiologis, gangguang psikologis, beragam penyakit degeneratif datang dan segudang masalah lain

Makanya bodoh luar biasa orang yang mengatakan, "Kan saya sudah olahraga, boleh makan apa saja, sudah diimbangi". Yeah right! Balance my a*s

Saya mah gak usah ngomong banyak. Apa yang terjadi dengan teman saya itu salah satu buktinya. Foto data klinis Dr. Shinya juga

Sila berasumsi, "kata si dokter anu gini" atau "kata pelatih fitnes saya juga gini". Gih sana! Mereka pernah observasi usus besar belum?

Mereka melihatnya jangka panjang gak? Kalau cuma langsing, berotot, sebulan dua bulan atau setahun dua tahun sih jangan sombong dulu!

Demikian kibulan ini. Suka sukur gak suka unfollow. Gak follow bawel? Pilih jadi karnivora? Coba safari ke Afrika, saingan sama cheetah deh