Showing posts with label healthylife. Show all posts
Showing posts with label healthylife. Show all posts

Thursday, December 17, 2015

“Kegagalan Makanan dijadikan Terapi” by @erikarlebang

“Kegagalan Makanan dijadikan Terapi” by @erikarlebang
Kultwit 11 Januari 2015

Okeh, udah lama gak kultwit yak. Mari saya bahas dari sisi makanan dijadikan terapi. Kebetulan ada yang nanya.

Saya pernah bahas, kenapa kecenderungan makan dijadikan terapi itu seringnya gagal. Bisa singkong, akar benalu untuk kanker, atau lainnya.

Kenapa? Karena disaat makanan itu diforsir untuk dikonsumsi layaknya orang minum obat. Pada saat bersamaan pola makan harian tetap sama saja.

Padahal pola makan adalah biang keladi seseorang memiliki penyakit tertentu, paling tidak daya tahan tubuh yang buruk sampai bisa sakit.

Sementara di satu sisi orang mengkonsumsi rebusan, seduhan makanan yang dianggap bisa menyembuhkan, di sisi lain dia tetap makan ngawur.

Saya pernah punya kerabat makan ‘ayam bertuah’, sehari 1 ayam. Untuk memerangi penyakit kanker. Alasannya? Lebih ke sisi tahayul, mitos.

Sementara beliau makan hingga mual-mual, karena (bayangin aja) kondisi tubuh gak sehat disuruh makan ayam banyak *sedih dan kasihan*.

Tapi makanan harian yang masuk, tetap saja makanan rendah guna untuk tubuh. Karena prinsipnya “udah sakit, yang penting mau makan”.

Akhirnya, jangankan sembuh. Yang ada malah sel kankernya semakin ganas. Menyedihkan. Ada lagi kasus lain, teman saya kalau ini, dia sembelit.

Dia mendengar dengan pepaya, sembelitnya bisa disembuhkan. Walhasil mulailah dia ‘gila pepaya’. Tiap saat dimakan, pagi, siang dan malam.

Sukses? Antara ya dan tidak. Adalah perbaikan sedikit dari sisi BAB pagi hari. Tapi dia merasa “keluarnya ‘gak semua’, kayak masih kesisa”.

Tapi yang konyol adalah, dia ketakutan satu hari. Karena mendadak kulitnya berubah warna seperti contoh di foto ini.

image

Kondisi itu biasa disebut dengan istilah karotenemia, kebanyakan unsur karoten, pemberi warna jingga dan merah pada buah, sayur tertentu.

Ya gak aneh, lah temen ini bisa mengkonsumsi 1-2 bahkan katanya pernah 3 pepaya dalam satu hari! Sebenarnya sih gak bahaya dalam skala awal.

Tapi kalau keterusan, lama-lama livernya bisa sebel juga direcoki dan harus repot mengurus kelebihan jumlah unsur satu ini terus menerus.

Satu hal yang lupa dikoreksi teman saya, adalah pola makan dan minum hariannya yang amburadul luar biasa. Orientasi pilihannya parah nian.

Dia penggila makanan sampah, tinggi protein hewani, malas makan sayur. Buah? Ya cuma pepaya itu saja. Itu juga karena iming-iming ‘bisa pup’.

Air putih? Minum, cuma kalau kepepet. Lebih suka minum teh. Kalau pagi gak minum kopi, hidupnya bisa berantakan. “Badan menggigil” katanya.

Ya jangan heran kalau dia sembelit. Lah, makanan yang dia makan itu semua jadi sampah di tubuh. Pasca ditelan, semua mengecil, menggumpal.

Karena miskin serat! Akhirnya usus kerepotan mendorong makanan itu melewati lorong sistem cerna, agar bisa diproses. Berakhir di kolon.

Di kolon, usus besar, sisa makanan itu juga belum berakhir memberikan waktu siksa bagi sistem cerna. Karena bentuknya buruk, dia menetap.

Mengumpul, sulit didorong keluar oleh tubuh dalam bentuk kotoran. Akhirnya dia mengeras, mengerak dan mengotori dinding usus besar.

Uap dari kotoran yang membusuk di usus besar itu, kembali ke dalam tubuh, mengotori serta meracuni. Makanya temen ini punya keluhan klasik.

Gampang pusing, kulit kusam dan terlihat tua, napas berbau dan lain sebagainya. Jadi sembelit itu cuma masalah puncak gunung es.

Pepaya memang berair dan kaya serat, tapi kalau disuruh menjadi agen pembersih tumpukan sampah tubuh teman saya ini, ya gak berdaya.

Bayangin aja sepasukan satpam yang dilatih untuk mengamankan hotel, lalu dipilih dan diterjunkan ke medan perang versus teroris terlatih.

Ya gak bisa ngapa-ngapain para satpam itu, mampus dengan sukses yang ada. Sama analoginya ke pepaya yang disuruh melancarkan BAB teman ini.

Di sisi lain, pepaya yang masuk terus menerus, membuat tubuh punya masalah baru. Unsur yang menumpuk. Ditambah teman saya dehidrasi parah.

Minum kopi dan teh, bukannya menghidrasi malah mengeringkan cairan tubuh. Makin repot tubuhnya membuang unsur menumpuk dari pepaya tadi.

Walhasil teman saya yang aslinya berkulit seksi, eksotis gelap seperti saya #hueek , berubah wujud jadi mahluk ras oranye. Dari Mars kali ya?

Kerabat dan teman saya ini tidak sadar, bahwa apa yang dia lakukan sehari-hari sebenarnya adalah perwujudan kondisi tubuhnya saat sakit.

Perbaikan hanya bisa terjadi, saat apa yang dia lakukan sehari-hari diubah, diganti! Bukan berharap pada tongkat ajaib dalam bentuk obat.

“Tapi gue gak minum obat, terlalu kimiawi.. Mau obat herbal aja, atau makan yang alami”. Itu sih sama aja. Cuma wujud obatnya yang berbeda.

Ubah pola makan harian. Pilih unsur makanan-minuman dengan yang sesuai kebutuhan tubuh. Bukan didikte maunya selera atau keperluan ‘obat’.

Banyak yang mengira pola makan seperti #Foodcombining atau #RawFood sebagai manifestasi makanan obat tadi, karena banyak testimoni sembuh.

Mereka alpa, yang melaporkan sembuh adalah orang yang punya dedikasi dan keuletan serta konsistensi dalam menjalani. Bukan sehari-dua makan.

Itu pun banyak kasus, yang sudah sembuh, begitu kembali ke pola makan mereka yang lama, ya jatuh sakit lagi. Pola makan sehat harus komit.

Untungnya pola makan sehat sejati seperti #Foodcombining dan #RawFood semisal, itu tidak menyiksa dan rumit kayak diet kalori yang dikenal.

Makan bisa enak dan tetap kenyang. Ritualnya aja beda dikit. Tapi kesehatan yang diberi, gak bisa dibayar dengan apapun!

Demikian kibulan ini, suka sukur, gak suka unfollow. Sembelit makan pepaya? Jejelin aja di pintu belakang, biar gede, kali jadi lancar?

Sunday, September 20, 2015

Gula Rendah Kalori” kultwit @erikarlebang

Ketawa geli, lihat kerabat yang divonis punya problem gula, memasukan gula kalori rendah ke secangkir kopi “Kan kalori rendah” #kibulansehat

Kenapa masih ngopi? Kenapa gak minum air putih | “Aduh gue paling gak bisa abis makan gak minum kopi” jawab pertanyaan saya #kibulansehat

Bagus juga dia gak tau siapa dan apa reputasi saya. Jadi bisa paham pola pikir umum penderita penyakit degeneratif populer ini #kibulansehat

Saya beri pertanyaan logis lain, “Punya problem kolesterol, gak?”| “Iya ada! Wah tau aja lo!”| “Terus makan apa disini?” #kibulansehat

Kebetulan di acara sukuran keluarga ini, makanan di meja atau booth gak ada yang bersahabat dengan penderita kolesterol #kibulansehat

Gak masalah, kemana-mana sekarang bawa ini *rogoh saku tunjukkan kapsul produk berembel-embel ‘lipid’* “Abis makan, minum!” #kibulansehat

Lo harus punya, seumuran kita udah harus peduli kesehatan. Lo cek deh gula sama kolesterol, siapin ginian lanjutnya lagi #kibulansehat

Setelah itu kami berpisah. Dia pindah ke seksi makanan penutup ringan. Gak tau, makanan apa yang diambil? Kan manis semua! #kibulansehat

Males juga nanya lebih jauh, sulap apalagi yang dia punya untuk mengatasi problem makanan penutup yang umumnya manis-manis? #kibulansehat

Tapi darinya saya bisa belajar sekali lagi kenapa penyakit degeneratif itu makin buruk wujudnya dari waktu ke waktu #kibulansehat

Sayang saya malas juga bertanya ke dia, pendapatnya apa “Kok bisa punya problem gula dan kolesterol di usia yang masih muda?” #kibulansehat

Badannya juga gak jelek. Bagus malah. Tergolong masih langsing untuk seusianya. Paling gak indikasi masih rutin berolahraga #kibulansehat

Berdasar elemen jawaban dan fakta terlihat, saya berani bertaruh jawaban dia pasti “Gak tau nih kenapa?” Atau “Ini turunan!” #kibulansehat

Ujung-ujungnya sih Tuhan yang disalahin *nyengir*. Kasihan sekali, orang seperti kerabat saya ini cuma memperpanjang masalah #kibulansehat

Beralih ke gula kalori rendah untuk menikmati ‘manisnya hidup’ bagi penderita problem gula, itu paham yang benar-benar ngawur #kibulansehat

Analoginya mirip mobil yang lampu oli menyala, bukannya ganti oli atau ditambah, tapi malah, sekering lampu indikator dicabut! #kibulansehat

Atau minum lipid-lipidan untuk mengatasi masalah makanan berkolesterol. Itu sama kayak minum racun dan penawarnya sekaligus #kibulansehat

Jangan bicara konsep mencegah dan merawat kesehatan, apa yang kerabat saya lakukan itu mengawetkan proses perusakan kesehatan #kibulansehat

Kalau mau sehat, basis tindakan kita seharusnya preventif dan supportif, mencegah dan merawat! Jangan kebalik! #kibulansehat

Basis kesehatan kuratif, sakit dulu baru diobati, mayoritas acap hanya melambatkan kerusakan atau memperparah proses kematian #kibulansehat

Sakit gula lantas berpaling pada produk rendah kalori, lantas minum kopi atau teh, itu tetap siksa pankreas! Problem pangkal #kibulansehat

Badan langsing, rajin olahraga, masih kena kolesterol? Cek pola makan harian! Jangan lari mengandalkan produk lipid-lipidan #kibulansehat

Saya pernah mentwit kenapa kolesterol muncul padahal rajin olahraga dan (mengira sudah) jaga makan. Ada di web dan buku saya #kibulansehat

Demikian kibulan sore ini. Suka sukur! Gak suka? Unfollow! Gak follow cerewet? Coba minum larutan gula diet ke segelas obat nyamuk cair

Friday, May 15, 2015

GERD, tukak lambung, maag dkk vs #foodcombining - Kultwit @erikarlebang


Jakarta, 15May15

Langsung pada ngebahas sakit lambung, terkait meninggalnya dua orang pesohor dalam waktu dekat ini, ditengarai karena sakit itu

Langsung deh beruntun pertanyaan dialamatkan ke saya terkait penyakit ini. Ada yang logis, ada yang gak logis, ada yang ngeyel, ada lah

Sebenarnya penyakit lambung ini sederhana saja. Malfungsi organ cerna vital ini. Ragamnya ada beberapa: Gastritis, Tukak Lambung, Dispepsia

Ada lagi GERD, yang sebenarnya gak melulu terkait sakit langsung pada lambung, tapi asam lambung berlebihan juga berasal dari masalah sama

Tapi kerumitan mengatasi problem lambung sebenarnya berangkat dari sini. Pemilahan sakit tanpa sekalipun melihat gaya hidup. Makanya bingung

Bahkan sampai pendapat bahwa, "sakit lambung itu penyakit yang tidak bisa disembuhkan tapi bisa dikendalikan" dianggap benar mutlak

Pemikiran salah kaprah itu lebih diperparah lagi dengan ditemukannya bakteri Heliobacter Pylori oleh John Warren sekitar tahun 70-an

Bakteri yang jadi biang keladi luka lambung itu, dianggap sebab mutlak problem organ vital cerna tersebut. Benarkah? Lihat saja fenomenanya

Sejak ditemukan dari tahun 70-an sampai sekarang, masalah sakit lambung tidak berkurang sama sekali. Padahal katanya 'gara-gara bakteri'

Mestinya kalau problem ada di bakteri, pemberian antibiotik bisa buat masalah ini terselesaikan. Kenyatannya? Bom antibiotik itu gak sukses

Selain heliobacter pylori, temuan paling mencerahkan tentang masalah lambung terkait dengan produksi asam lambung yang berlebihan

Untuk itu penemuan paling fenomenal adalah antasida, obat yang bisa membasakan asam lambung, dengan kata lain produksi dikurangi. Efektif?

Gak banget! Problem lambung tetap jadi momok sampai hari ini. Malahan belakang ditemukan fakta, pemakaian antasida rutin, punya konsekuensi

Muncul masalah osteoporosis, penipisan dinding lambung, masuknya bakteri dan virus pada tubuh secara massive dan banyak masalah lain

Akhirnya problem lambung diatasi dengan konsep "Ya Sudahlah". Kalau sakit, minum obat, masih sakit dihibur, toh stress dianggap biang kerok

Bener gak sih begitu? Gak dong!

Kalau ya begitu, saya dan banyak teman lain, masih didera masalah sama, problem lambung

Umur 10 tahun saya divonis sakit lambung. Lalu belasan tahun jadi budak antasida. Kemana-mana bawa tablet kunyah, di rumah sedia obat cair

Belasan tahun apa pernah sembuh? Nggak lah! Yang ada makin parah dan parah. Malah problemnya merembet ke hal lain, sesuai menuanya usia

Daya tahan tubuh lemah, sering menggigil gak keru-keruan, gampang lelah, mudah migrain. Saat itu sampe parno, mengira udah di ujung usia?

Singkat cerita, saya bertemu dengan #Foodcombining. Saya pelajari dan lakukan perlahan-lahan, sesuai pemahaman. Pola makan ganti total

Roti dan teh yang jadi teman pagi hari, menghilang dari meja makan. Pun dengan segelas teh besar dingin yang biasa menemani di meja kantor

Sarapan saya diganti total dengan buah-buahan segar. Bisa berbentuk potongan, bisa juga jadi jus. Pola makan juga ganti abis-abisan, beda

Makan yang tadinya penuh dengan protein hewani, diganti dengan sayuran. Itu pun juga berubah, sayuran utamanya adalah sayuran segar, mentah!

Makan yang biasa asal kenyang, pokoknya enak, ngunyah kayak bencong dikejar kamtib, nelen sering dibantu guyuran segelas air es, diubah!

Makan lebih tertib, ngunyah perlahan, minum gak lebih segelas saat makan. Saya sih menjalani seneng aja. Gak repot kok. Tapi perubahan ada

Saya yang tadinya lemah, menjadi kuat. Yang penyakitan, eh kok jadi badak daya tahan tubuhnya. Gampang pusing? Gak pernah lagi! Asik banget

1-2 bulan kemudian baru sadar, kalau perubahan tubuh menjadi lebih baik, berimbas ke sisi saya gak pernah lagi konsumsi obat lambung

Sampai hari ini, belasan tahun kemudian, obat-obat lambung itu pun tidak pernah disentuh lagi. Bukan karena sok-sokan, tapi gak pernah sakit

Puji Tuhan
Saya sih gak mau sesumbar sudah sembuh total sakit lambung. Tapi yang pasti ketergantungan pada obat tersebut sudah tidak ada sama sekali

Kalau sesekali ada rasa sebah, pusing, yang umum muncul saat dulu sakit lambung masih menguasai, sudah tahu masalahnya, apa yang saya makan?

Eh, apa yang saya minum juga

Berarti pola makan lanjutan saya diubah. Kembali ke juklak #Foodcombining secara lebih baik. Makanan-makanan baik dikonsumsi lebih banyak

Jauhi makanan buruk. Ya udah, masalah penyakit gak muncul lagi. Mau dibilang sembuh atau tidak? Tidak peduli. Yang pasti saya gak jadi budak

Budak obat ataupun budak penyakit lambung

I'm a master of the quality from my own life

Gimana caranya lepas dari masalah lambung? Ya sama lepas dari masalah kesehatan lain. Bisa gak lepaskan kebiasaan buruk? Rangkul yang baik?

Kalau masih rutin minum susu, kopi, teh, alkohol, sirup, soda dan minuman 'sampah' tubuh lain. Jangan harap bisa lepas masalah lambung

Mau ngotot "susu kan bagus untuk kesehatan", "saya pusing kalau gak ngopi", "wah orang cina-jepang sehat-sehat tuh ngeteh", ya terserah

Bisa gak lepas dari masalah lambung? Makin Anda ngotot, ya makin saya ketawa. Memangnya saya peduli dengan penyakit Anda? Rasain sendiri

Sama dengan pola makan, makin sering Anda mengkonsumsi protein hewani, makanan olahan, makanan pabrikan, dan makanan buruk sejenis, ya sudah

Jangan harap bisa lepas dari masalah penyakit lambung. Sama juga, mau sengotot apapun, paling cuma diketawain lagi. Problem elu, bukan gue

Mau sengotot apapun, mau diback up teori apapun, pertanyaan saya pasti gak bisa dijawab sama dia, "Sembuh gak dari problem lambung?"

Saya dan banyak sekali pelaku #Foodcombining atau pelaku pola makan sehat sejenis, bisa tuh sembuh dari masalah sakit lambung. Dan gak asal

Kami bisa jelaskan secara logis secara fisiologis, kenapa pola makan ini membebaskan masalah lambung dari kehidupan?

Bebas dari kopi dan teh semisal. Lambung kita tidak akan banyak bersentuhan dengan kafein, akibatnya tidak perlu ada produksi ekstra asam

Kurangi konsumsi protein hewani semisal, lambung pun tidak perlu produksi asam berlebih. Karena enzim pepsin pemecahnya tidak dibutuhkan

Pepsin membutuhkan suasana asam tinggi sebagai pengerek. Minim protein hewani, suasana lambung tidak terlalu asam. Lambung jadi normal saja

Itu baru dua contoh sederhana, belum kalau kita bicara masalah perubahan pola makan-minum lainnya

Intinya ubah pola makan menyeluruh. Gak usah ngotot atau sok pintar. Tuhan bikin karakter tubuh kita seperti itu, ya patuhi saja

Manusia bukan didisain Tuhan untuk banyak makan protein hewani, ya patuhi. Manusia didisain Tuhan banyak mengkonsumsi makanan alami, nurut

Saat sudah sakit, ya perbaiki pola makan dengan benar. Bukan malah memberi makanan yang memperparah keadaan. Banyak loh contohnya ini

Sakit lambung, lalu makannya harus yang lunak, supaya bebannya ringan, dikasih makan bubur. Ini  sepintas terlihat cerdas, padahal blo'on

Bubur itu basisnya karbohidrat, mau tidak mau harus dipecah oleh enzim ptalin yang ada di air liur. Itu gunanya kita mengunyah, campur liur

Mana ada orang makan bubur dikunyah? Bisa dikira gilak! Akhirnya main telan saja. Jadilah sistem cerna merana, sudak sakit, ditambah sakit

Contoh lain, saat perut terasa kembung, tipikal kumatnya problem lambung. Buru-buru minum segelas teh hangat, "supaya angin keluar, sendawa"

Padahal teh mengandung kafein, sudah lambungnya sedang bermasalah, malah ditambahi kafein. Asam lambung meningkat bukan? Makin parah kondisi

Masalah lambung ya sama aja seperti penyakit degeneratif lain, jangan fokus ke hilangkan penyakit, tapi sehatkan dulu tubuhnya! Itu utama

Tubuh sehat yang akan sembuhkan sendiri masalahnya. Gimana membuat tubuh sehat? Ubah pola hidup. Makan-minum sesuai kodrat, patuh Tuhan

Tuhan gak suruh kita makan diluar kodrat, gak suruh kita konsumsi yang keluar dari pabrik. Makan itu semua dalam konteks rekreasi, sesekali

Kangen ngopi? Ya seminggu sekali. Pengen es krim? Sebulan sekali sih gapapa. Usahakan pas cheating, makan kita disiplin, sebelum sesudah

Hukum Tuhan dipatuhi, hidup kita berkualitas, karena kesehatan terjaga

Demikian kibulan ini. Suka sukur, gak suka unfollow. Gak follow bawel? Asam lambung tak teratasi? Tapi ngotot ngopi? Minum dari rectum aja

Monday, May 11, 2015

Kultwit @erikarlebang Pencegahan, Merawat Kesehatan vs Pengobatan (Kuratif)

May 11th 2015

Satu hal yang sulit dilakukan dalam kondisi sakit berat adalah pengambilan keputusan terhadap sebuah tindakan medis?

Sering banget dicurhati juga ditanya sesuatu harus dilakukan atau tidak? Tapi kondisinya sudah kronis, gawat atau malah kritis

Repot banget kondisi ini. Karena lagi-lagi dikotomi antara pengobatan dan perawatan kesehatan gagal dipahami secara benar

Pengobatan terjadi saat sudah ada penyakit. Mulai dari kondisi ringan, menengah atau berat (kok kayak pembagian kelas tinju?) #eh

Jadi reaksinya muncul saat penyakit sudah ada. Kalau penyakitnya belum ada atau ketauan? Ya planga-plongo aja. Gak tau harus ngapain?

Cari tahu penyakit, itu bukan perkara mudah lho. Salah diagnosa, salah obat, salah tindakan medis, sering terjadi disini

Contoh sederhananya, sering banget orang merasa "the body is not delicious", badannya kurang lezat #eh kurang enak, pergi ke dokter

Di dokter dicek, taunya gapapa. Cek fisik, STNK kalle, cek darah, baik-baik aja. Sering kondisi ini lalu diadvis, "lagi stress aja kali?"

Terutama kalau dokternya tergolong yang antrian pasiennya baris kayak korban perang ngantri ransum. Dikasih vitamin atau obat sekedarnya

Pulang dari dokter, ngerasa ga papa. "Cuma stress". Akhirnya kondisinya di level kesehatan status quo, sehat gak sakit juga gak ketauan apa?

Pusing? Minum obat sakit kepala, demam? Minum penurun panas, ingusan? Nonton film dewasa biar cepet gede, #eh maksudnya minum obat flu

Lemes? Minum vitamin penguat. Gitu terus. Tau-tau setelah sekian tahun, ambruk. Dibawa ke rumah sakit, cek serius, tau-tau DOR vonis kanker

Kadang stadium atau penyebarannya sudah tingkat kemana-mana. Akhirnya badannya kritis. Penderita dan keluarganya panik. Semua serba salah

Mulai nih terjadi zona intrik sana-sini, info tabrakan itu-ini, saran kiri-kanan, cobain anu deh, jangan mau begitu lho nanti bisa gitu

Pasien dan keluarga dalam keadaan panik kronis. Sementara kondisi si sakit kian memburuk. Jalan lain sepertinya buntu, gak tau harus gimana?

Langkah paling masuk akal ya ngikutin aja prosedur tindakan medis yang ada. Cuma sering terbentur biaya, karena memang gak murah

Atau rasa kasihan melihat sang pasien menderita saat menjalani tindakan tertentu, kemoterapi semisal. Kondisi yang membingungkan

Nah kalau dalam keadaan seperti ini, saya juga sering kena getahnya. Kenapa? Karena jadi sasaran bertanya yang sebenarnya salah alamat

Saya pelaku #Foodcombining, yang selalu berusaha menjaga kesehatan sebisa mungkin. Prinsip utamanya adalah mencegah dan merawat kesehatan

Kalau pertanyaan yang dialamatkan bagaimana cara menangani pasien yang gak bisa makan karena sudah koma? Perlu gak kemo? Dan sejenis itu

Ya susah dijawab. Kenapa? Karena hal itu ada di wilayah pengobatan, kuratif. Gak bisa dijawab dengan logika perawatan apalagi pencegahan

Ada sih penderita kanker yang sembuh setelah disiplin lakukan #foodcombining atau #RawFood tapi kasusnya berbeda, butuh komitmen, ada proses

Dan memang banyak yang sembuh
Tapi ya itu, kondisinya beda. Kasusnya jarang sekali orang yang sudah tergeletak lemah di ICU, gak sadar

Biasanya penderitanya masih sadar, paling gak masih berdaya, dan mau komit menjalani gaya hidup baru. Kalau begini sih gak masalah.

Kalau saja pemisahan antara pencegahan dan pengobatan dipahami secara luas, kebingungan macam ini gak akan terjadi

Saat merasa gak sehat, ya sadar diri. Koreksi gaya hidup. Sambil mencek kesehatan. Biarpun sakitnya gak (belum)  ketemu, tetap mawas diri

Jangan merasa gak sehat, ke dokter, karena penyakitnya gak ketemu, merasa sehat. Stress disalahin! Abis itu, ngopi, begadang, mabok lagi

Atau dalam skala lebih mild, berusaha jaga stres dengan ngurangin kerjaan, ikutan program ngurangin stress sana-sini. Sehat gak, miskin iya

Jaga kesehatan, disiplin. Soalnya kalau sudah sakit parah, jangan berharap banyak pada tindakan yang harusnya dilakukan saat sehat. Telat

Buat yang masih sok kuat, inget ini deh, "penyakit karena gaya hidup itu yang mati mendadak jarang, banyakan mampus pelan-pelan"

Kalau langsung koit sih, minimal gak seberapa menderita, keluarga gak susah. Nah yang lama dan pelan-pelan? Susah sana-sini

Sebelum salah alamat, cari advis prefentif tapi butuhnya penanganan kuratif. Jaga kesehatan dari sekarang. Mulai dari awasi yang masup mulut

Demikian kibulan ini, suka sukur, gak suka unfollow. Bawel? Hidup asal, merasa gak bisa sakit? Mulai aja pake kolor merah di luar, Superman!

Kalau langsung koit sih, minimal gak seberapa menderita, keluarga gak susah. Nah yang lama dan pelan-pelan? Susah sana-sini

Thursday, February 26, 2015

Foodcombining itu apa sih?

Foodcombining itu apa sih?
Foodcombining itu sebenernya simple koq.Kadang kita sendiri aja yg bikin ribet. Ini pengertian yg gw pahami dari beberapa sumber.*
Foodcombining itu cara padu padan makanan dengan waktu makan yang mengacu pd waktu sirkadian tubuh (ritme sirkadian) dg tujuan spy ph tubuh mencapai keseimbangan.
Ph seimbang yaitu sering disebut kondisi homoestatis tubuh. Nah klo tubuh dlm kondisi ph netral, penyakit ga suka stay di situ. Jadilah tubuh sehat.
Pun fungsi2 organ2 tubuh juga jadi maksimal bekerja nya.Saat tubuh sehat...berat badan pun akan menyesuaikan dg sendirinya ke berat badan ideal.Enak kan bonusnya...tapi jangan komplain klo blm jadi ideal ya...Goalnya soalnya ya sehat..lagipula yg ngerasain enak kan kita sendiri.

Apa & gimana sih cara mencapai ph tubuh yg netral cenderung basa? Banyak makan makanan pembentuk basa, sayuran segar & buah2an dg padu padan yg benar.

1. JeniperAto jeruk nipis peras
Ritual nya nih...seorang foodcombiners akan mengawali harinya dg minum segelas air hangat dengan perasan jeruk nipis. Tepat begitu bangun tidur dlm kondisi mulut masih kering minum jeniper ini.
Banyak yg suka keliru, mereka peras dulu jeruk nipisnya di gelas baru disiram air panas. Knp keliru? Karena air panas justru akan mematikan enzim2 yg terkandung di dlmnya.
Ato malah ada yg sama sekali ga pake air....1buah jeruk nipis diperes & diminum langsung....aiiiish....
Jadi gimana donk?
Siapin air hangat segelas (gw pke mug), iris jeruk nipis (klo pemula 1/4 aja dulu..bertahap ditambah sampe 1/2butir. Ato =3sdm). Peras langsung ke dlm gelas air hangat tadi.
Minum perlahan2, usahakan campur terlebih dahulu di dlm mulut. Gunanya untuk membantu mengaktifkan enzim2 dlm tubuh dan membantu membersihkan liver n ginjal.
Klo gw bilangnya sama anak2 gini, "yuk, kasih surprise hadiah u lambung, usus, ginjal dan liver...pasti mrk jejingkrakan kegirangan deh..."

2. Sarapan buah
Tipikal sarapannya fcers...
Minimal 1/2 jam stlah jeniper, kita bisa mulai sarapan buah. Klo msh lapar lanjut buah sampai maks 1 jam sblm makan siang.Buah nya bisa berupa smoothies atau buah potong.
Syaratnya matang dan manis.Berkaitan dg waktu sirkadian tubuh, pagi itu waktunya pembuangan. Jadi makanan yg dicerna sebaiknya yg ringan2 dan mudah dicerna tapi kaya manfaat.O ya alpukat itu masuk golongan sayur ya...jdi ga bisa dipake u menu sarapan..

3. Makan siang
Sayur2an segar dg sepotong protein hewani.
Atau
Sejumput nasih merah/coklat/hitam dg sayur2an segar
Porsi secukupnya....aka kenyang
Disinilah uniknya foodcombining...kita ga tersiksa kelaparan...jadi foodcombining bukan diet yaaa.. yg porsinya diirit2...
Setiap makan kunyah pelan2 sampai lumat...spy tercampur dg baik dg enzim2 di mulut yg membantu proses pencernaan lebih lanjut di lambung misalnya.1/2 jam sblm makan minum banyak2...
Sesedikit mungkin minum selama makan dan sesaat sesudahnya ya... (max 1 gelas)
Slebihnya kudu banyak minum donk...

4. Snack sore
ini ga wajib koq...buat selingan doank
Bisa bikin teh rempah. Iya bukan teh biasa, hanya 1macam rempah2 diseduh air mendidih...diamkan 30menit...trus enjoy deh.
Spt kayu manis, kunci, lengkuas, addas, kapulaga.
Nikmatin sambil ngunyah segenggam kacang2an... (kacang tanah ga recommended ya) Lupa knp...ntar dicari dulu ya...hehehe...
Nah ketemu skrg...kacang2an yg berasal dari umbi/ kacang tanah itu merupakan makanan pembentuk asam..

5. Makan malam
Sayur2an segar dg sepotong protein hewani
Atau
Sejumput nasi merah/coklat/hitam dg sayur2an segar
(Klo menu makan siang udh padanan protein hewan, sbaiknya malam ya padanan karbo)

6. Jam 9 sdh tidur
Krn tubuh masuk waktu pencernaan. Perlu energi yg besar untuk mengolah makanan spt bisa diserap tubuh.
Makanya kita dianjurkan u istirahat spy ga tekor energi nya
.
Hmmm ga bakalan tersiksa deh Insya Allah...sehat pula...
Malahan jadi irit gas krn jarang masak...tinggal iris2...makan deh..
Sayangnya org rmh blm smwa bisa raw food hihihi...Selain itu uang yg berobat bisa dihemat kan...

Keep healthy ya...

BR, R-lyn
*sumber :
Foodcombining by Andang Gunawan
Foodcombining itu gampang by Erikar Lebang
Mitos dan Fakta Kesehatan 1 & 2 by Erikar Lebang
Saya pilih sembuh dan sehat dr Tan Shot Yen
Miracle of Enzyme by Hiromi Shinya

Kultwit @erikarlebang ttg stroke dan gaya hidup

Kultwit @erikarlebang ttg stroke dan gaya hidup

@erikarlebang Semalam jenguk sahabat yang sakit, "gue light stroke" katanya singkat. Saya cuma nyengir gak banyak bicara, karena memang gak ditanya

@erikarlebang Beliau ceritanya memanjang sampai ke bagian dokter cerita ada penyumbatan di pembuluh darahnya, "jadi gini.." ia memperagakan dengan tangan

@erikarlebang Ia membulatkan jari-jari sebelah tangannya, "tadinya segini, terus begini" katanya. Saya?

Masih gak komen

@erikarlebang Ia menyempitkan lingkaran yang dibentuk jari tangannya "..jadi sempit, gara-gara itu darahnya susah lewat".  Reaksi saya?

Gak ada ekspresi

@erikarlebang "Tapi tenang aja, kata dokternya tinggal pake obat *sebut merk* masalah itu bisa diatasi" dia tutup penjelasannya. Saya?

Ketawa ngakak

@erikarlebang Dia terusik melihat saya tertawa. "Emang gak bener ya?". Hihi, kalau saja benar apa yang didengar dari dokternya. Dunia sudah steril stroke

@erikarlebang Tapi apa lacur? Berapa banyak penderita stroke menghiasi tajuk berita lisan harian yang beredar diantara kita? Saya jamin kian meningkat

@erikarlebang Kesimpulannya apa? Gak ada obat yang bisa membuat stroke menghilang sesederhana itu. Mengurangi gejala ya, memanjangkan jeda bencana ya

@erikarlebang Tapi hilangkan stroke semudah membuang upil dari hidung, jelas tidak. "Iya sih, kata dokternya kalau nanti ada serangan ke 2-3, baru parah"

@erikarlebang Nah! Dari penjelasan itu aja, dokternya sudah tumpang tindih, antara "gampang ada obat anu" dengan akan adanya serangan stroke lanjutan

@erikarlebang Plus diembel-embeli kata serangan yang selanjutnya 'baru akan parah'. Indikasi apa yang dilakukan sekarang tidak menyelesaikan masalah

@erikarlebang Dijelaskan begini, baru teman saya panik. "Jadi gue harus ngapain dong?" Tanya dia. Saya balik bertanya, "Emang gak dikasih tau?"

@erikarlebang Dia menggeleng. Saya ketawa. Dia sebel. Saya tambah ketawa. "Terus, kenapa sih gue bisa begini? Saya ketawa lagi. Lebih keras

Dia ngambek

@erikarlebang "Terus terang disini saya merasa sedih" #eaaa

Etapi serius. Mosok dokternya gak meluangkan waktu menjelaskan pada teman saya, why and how?

@erikarlebang Dia pasien VIP lho. Bayar gak sedikit untuk rawat inap di RS terkenal ini. Mosok gak ada penjelasan kenapa dan bagaimana menghadapi stroke?

@erikarlebang Gimana yang gak mampu bayar mahal?

@erikarlebang Setelah puas tertawa dan sebelum teman saya tambah ngambek. Baru saya jelaskan perlahan, apa stroke? kenapa 'pembuluh' bisa menyempit?

@erikarlebang Dia ternganga saat tahu kalau yang dimakan selama ini turut andil dalam membuat pembuluh darahnya rapuh. #Eh bukan turut ding, sangat besar!

@erikarlebang Karena pembuluh darah rapuh, tubuh harus melapisi, supaya gak mudah pecah. Nah pelapisan itu sayangnya berlangsung terus menerus. Mengecil!

@erikarlebang Kalau pipa pembuluh darahnya kecil, gimana darahnya mau lewat? Sementara semua penjuru tubuh perlu aliran darah. Karena hidupnya dari itu

@erikarlebang "Jadi kalau otak gue kekurangan darah, kondisi gue kayak sekarang ini". Nah, gak susah kan buat seseorang paham? Gak harus detil, simpel aja

@erikarlebang "Terus ngilangin pelapis yang nyumbat itu gimana? Pake obat? Bisa ilang?" Tanya dia lagi. Nah logikanya mulai jalan. Sekalian aja dijelasin

@erikarlebang Obat bisa jadi meluruhkan pelapis penyumbat tadi, tapi fakta utamanya apa? Dinding pembuluh darah yang rapuh bukan? Ya akan dilapis lagi

@erikarlebang Dengan kata lain, percuma minum obat, kalau sebab rapuhnya tidak diatasi. Jangan lupa, obat itu prinsipnya racun. Makin sering makin buruk

@erikarlebang Minum obat rutin, apalagi seumur hidup, pasti akan memberikan kompensasi kerusakan pada bagian tubuh tertentu. Makanya jangan diandalkan

@erikarlebang Obat itu pintu darurat. Gak ada orang keluar gedung secara rutin lewat pintu darurat? Pasti lewat pintu normal

@erikarlebang Sahabat saya ini bengong waktu saya beberkan sejumlah fakta pembuat dinding pembuluh darah rapuh.. Makanan minim antioksidan, radikal bebas

@erikarlebang Kekurangan cairan tubuh akibat kurang air putih berkualitas, rutin minum kopi dan teh. Lebih buruk lagi saat makanan sumber pelapis melimpah

@erikarlebang Protein hewani!

Mau rendah lemak kek, direbus, dikukus. Kalau pembuluh darahnya rapuh, pasti dimanfaatkan tubuh untuk melapis!

@erikarlebang Dari sini baru sahabat saya sadar, masalah ini melulu masalah gaya hidup. Bukan sesederhana "penyakit turunan" atau "kutukan Tuhan". Simpel

@erikarlebang Demikian kibulan ini. Suka sukur gak suka unfollow. Pembuluh darah tersumbat? Sodok aja yang bikin mampetnya

Pake sumpit!

Friday, September 19, 2014

About Foodcombining 02






http://www.erykar.com/about-foodcombining-02/

01. Salah satu yg identik dgn pola makan FC adlh ciri khas untuk  sarapan dgn mengkonsumsi buah segar ketimbang makanan lain #foodcombining

 02. Kenapa bisa demikian? Ada baiknya kita mengenal sistem tubuh kita sblm mencari tahu alasannya kenapa? Agar jelas #foodcombining

 03. Tubuh punya siklus biologis dlm melakukan metabolisme yg biasa disebut sbg Ritme Sirkadian. Dibagi berdasar waktu 24 jam #foodcombining

 04. Mulai pk. 12.00-20.00, tubuh membuka kesempatan untuk kita bisa menyerap bahan makanan sesuai dengan kebutuhannya #foodcombining

 05. Pukul 20.00-04.00 tubuh memproses apa yg td dimakan, serta mempergunakannya sesuai dengan keperluan tubuh #foodcombining

 06. Diperlukan energi yg besar di fase ini, itulah sebabnya Tuhan mendisain wkt ini sbg siklus istirahat kita #foodcombining

 07. 04.00-12.00 adlh waktu dimana ‘sisa proses’, dibuang dari tubuh. Dlm bentuk kotoran, urine, keringat atau nafas #foodcombining
 Di fase ini tubuh juga memerlukan energi yg sangat besar. Yg membuatnya agak sulit, tenaga tsb hrs terbagi dgn aktivitas pagi #foodcombining
Pdhal energi utk ‘mengeluarkan’ tsb hrs dikonsentrasikan agar kerja tubuh tidak terganggu serta kondisi jangka pendek/panjang #foodcombining

 08. Agar proses ‘pengeluaran’ ini bebas dari gangguan, sebaiknya dipilih makanan yang tidak memberatkan pencernaan #foodcombining

 09. Itulah sebabnya FC mempergunakan buah sbg sarapan pagi. Krn sifatnya yg ringan dan mudah cerna serta ckp lengkap unsurnya #foodcombining

 10. Pilihan buah yg berserat, manis pohon dan berair, adalah contoh terbaik dari buah yg ideal dipergunakan utk sarapan  #foodcombining

 11. Sebagai negara tropis, Indonesia sangat ideal dlm menyediakan pasokan buah seperti demikian. Pilihlah buah lokal #foodcombining

 12. Selain harganya yg lbh murah, apabila diproduksi dgn baik, buah lokal memiliki wkt panen yg jauh lbh dekat ke wkt santap #foodcombining

 13. Sehingga kesegaran, nutrisi, enzyme-nya msh terjamin tersedia dgn baik bagi tubuh. Cuci bersih sblm dikonsumsi #foodcombining

 14. Konsumsi dengan dua cara, buah potong atau pergunakan juicer atau blender. Keduanya punya kelebihan masing-masing #foodcombining

 15. Makan buah atau minumlah jus buah perlahan agar fructose (gula buah) tdk membuat lonjakan gula dlm tubuh secara mendadak #foodcombining

 16. Buah punya sifat yg mudah mengenyangkan, namun krn ringan serta cepat urai ia juga mudah membuat lapar kembali #foodcombining

 17. Itu sebabnya sarapan buah dilakukan secara repetitif antara pagi hingga jelang makan siang agar tdk terganggu rasa lapar #foodcombining

 18. Sayur mentah segar bs jadi pengganti buah bila tdk tersedia, diluar itu konsumsi 1 butir telur jg msh mampu ditoleransi #foodcombining

 19. Namun tdk bg nasi goreng, sereal dgn susu, roti dlm berbagai bentuk, susu dgn produk turunannya, apalg sosis, bacon dsb #foodcombining

 20. Bahkan segala macam bentuk bubur yg sering disalah kaprahkan sebagai makanan lunak yg ringan serta mudah untuk dicerna #food combining

Demikian kibulan FC kali ini. Semoga memperjelas. Ttg apa yg dipadu-padankan utk makan, next time ya. As always, gak suka? Unfollow saja!


- See more at: http://www.erykar.com/about-foodcombining-02/#sthash.fKEL86HL.dpuf

About Food Combining 01



http://www.erykar.com/about-food-combining-01/

Hey. Tweeps… Siapa yg kmrn minta kibulan. FC? Okeh saya mulai
Food Combining (FC) is not the name of another ‘make you slim’ diet nor the name of eating art method *laughing*

FC adalah pola makan yg mencari keseimbangan dalam tubuh. Orientasi FC adlh pencapaian PH darah yang netral antara acid-base (asam-basa)

01. Anggaplah PH darah bagai garis lurus yg memiliki 2 kutub. Asam (Acid) dan Basa (Base) di masing2 ujung kiri-kanannya #foodcombining

02. PH darah yg ideal, ada di tengah-tengah, netral. Saat itulah semua fungsi tubuh kita berjalan dgn normal tanpa masalah #foodcombining

03. Yang umum terjadi akibat dari pola makan kebanyakan org adalah : PH darah tergeser ke arah kutub Acid #foodcombining

04. Disaat itulah beragam problem mulai bermunculan dan semua berpotensi menyebabkan penyakit. Dari yg ringan hingga fatal #foodcombining

05. Beragam bentuk kegagalan kerja organ, malfungsi sistem, sel yg berubah sifat menjd radikal muncul saat darah di PH itu #foodcombining

06. Prinsip pola makan FC sangat sederhana, upaya utk mengubah kondisi tadi dan menarik PH darah cenderung kutub acid ke basa #foodcombining

07. Dengan banyak konsumsi makanan pembentuk basa (buah-sayur) serta mengadopsi pola makan yg tdk memancing PH darah asam #foodcombining

08. Meminimkan proses makanan, memperhatikan paduan unsur makanan, mengharmonikannya dgn karakter sistem cerna tubuh #foodcombining

09. Adalah upaya konkrit dalam menarik atau menjaga PH darah agar selalu berada pada posisi netral. Agar semua selalu normal #foodcombining

10. Saat semua normal, apapun problem tubuh mudah teratasi. Kesehatan terjaga baik krn daya tahan mampu bekerja maksimal #foodcombining

11. Berat badan stabil ideal, krn tubuh yg sehat akan selalu konsisten memelihara level normal massa otot dan cadangan lemak #foodcombining

12. FC adalah salah satu pola makan yg memperhatikan asupan makanan tdk hanya dr nilai gizinya tapi ke hal yg lbh substansial #foodcombining

13. Yaitu bagaimana tubuh menyikapi dan mengabsorsi dengan baik kandungan gizi yg ada dalam satu unsur makanan #foodcombining

14. Bagaimana memadukannya dgn unsur lain? Kapan wkt yg tepat utk memakannya? Adlh slh satu contoh seni dlm berpola makan FC #foodcombining

15. Itulah sebabnya pelaku FC mampu makan hingga kenyang namun tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman atau menyebabkan kegemukan #foodcombining

16. Mayoritas kegagalan diet adalah krn pelakunya merasa tersiksa, bosan dan kelaparan secara berkepanjangan #foodcombining

17. Dan kadang timbulkan penyakit atau kondisi kurang nyaman bagi tubuh. Bahkan membuat penyakit fatal dalam jangka panjang #foodcombining

18. Belum lagi gangguan psikologis akibat rasa tdk nyaman krn lapar berkepanjangan plus keinginan makan ini-itu yg teredam #foodcombining

19. FC menisbikan kondisi tersebut. Pelakunya selalu mampu makan kenyang, puas namun segera diproses dgn baik oleh tubuh #foodcombining

20. Psikologis dan fisiologis prima setiap saat dan anatomis tubuh terjaga selalu, ideal, walau mgkn tdk sempurna, tp sehat #foodcombining

Demikian teaser ttg FC, kalau penasaran nantikan kibulan lanjutan ttg juklak pola makan satu ini. As always, gak suka? Sila unfollow, salam!
- See more at: http://www.erykar.com/about-food-combining-01/#sthash.7nwNqIql.dpuf