Showing posts with label ilmuparenting. Show all posts
Showing posts with label ilmuparenting. Show all posts

Tuesday, April 7, 2015

Kultwit Negeri Tanpa Ayah oleh Ustaz Bendri Jaisyurrahman @ajobendri



1. Jika memiliki anak sudah ngaku-ngaku jadi AYAH, maka sama anehnya dengan orang yang punya bola ngaku-ngaku jadi pemain bola

2. AYAH itu gelar untuk lelaki yang mau dan pandai mengasuh anak bukan sekedar ‘membuat’ anak

3. Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi

4. AYAH yang tugasnya cuma ngasih uang, menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Didatangi saat anak butuh saja

5. Akibat hilangnya fungsi tarbiyah dari AYAH, maka banyak AYAH yang tidak tahu kapan anak lelakinya pertama kali mimpi basah

6. Sementara anak dituntut sholat shubuh padahal ia dalam keadaan junub. Sholatnya tidak sah. Dimana tanggung jawab AYAH ?

7. Jika ada anak durhaka, tentu ada juga AYAH durhaka. Ini istilah dari umar bin khattab
AYAH durhaka bukan yang bisa dikutuk jadi batu oleh anaknya. Tetapi AYAH yang menuntut anaknya shalih dan shalihah namun tak memberikan hak anak di masa kecilnya

9. AYAH ingin didoakan masuk surga oleh anaknya, tapi tak pernah berdoa untuk anaknya

10. AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya tapi tak mau memuliakan anaknya

11. Negeri ini hampir kehilangan AYAH. Semua pengajar anak di usia dini diisi oleh kaum ibu. Pantaslah negeri kita dicap fatherless country

12. Padahal keberanian, kemandirian dan ketegasan harus diajarkan di usia dini. Dimana AYAH sang pengajar utama ?

13. Dunia AYAH saat ini hanyalah Kotak. Yakni koran, televisi dan komputer. AYAH malu untuk mengasuh anak apalagi jika masih bayi

14. Banyak anak yg sudah merasa yatim sebelum waktunya sebab AYAH dirasakan tak hadir dalam kehidupannya

15. Semangat quran mengenai pengasuhan justru mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Kita kenal Lukman, Ibrahim, Ya’qub, Imron. Mereka adalah contoh AYAH yang peduli

16. Ibnul Qoyyim dalam kitab tuhfatul maudud berkata: Jika terjadi kerusakan pada anak penyebab utamanya adalah AYAH

17. Ingatlah! Seorang anak bernasab kepada AYAHnya bukan ibu. Nasab yang merujuk pada anak menunjukkan kepada siapa Allah meminta pertanggung jawaban kelak

18. Rasulullah yang mulia sejak kecil ditinggal mati oleh AYAHnya. Tapi nilai-nilai keAYAHan tak pernah hilang didapat dari sosok kakek dan pamannya

19. Nabi Ibrahim adalah AYAH yang super sibuk. Jarang pulang. Tapi dia tetap bisa mengasuh anak meski dari jauh. Terbukti 2 anaknya menjadi nabi

20. Generasi sahabat menjadi generasi gemilang karena AYAH amat terlibat dalam mengasuh anak bersama ibu. Mereka digelari umat terbaik.

21. Di dalam quran ternyata terdapat 17 dialog pengasuhan. 14 diantaranya yaitu antara AYAH dan anak. Ternyata AYAH lebih banyak disebut

22. Mari ajak AYAH untuk terlibat dalam pengasuhan baik di rumah, sekolah dan masjid

23. Harus ada sosok AYAH yang mau jadi guru TK dan TPA. Agar anak kita belajar kisah Umar yang tegas secara benar dan tepat. Bukan ibu yang berkisah tapi AYAH

24. AYAH pengasuh harus hadir di masjid. Agar anak merasa tentram berlama-lama di dalamnya. Bukan was was atau merasa terancam dengan hardikan

25. Jadikan anak terhormat di masjid. Agar ia menjadi generasi masjid. Dan AYAH yang membantunya merasa nyaman di masjid

26. Ibu memang madrasah pertama seorang anak. Dan AYAH yang menjadi kepala sekolahnya

27. AYAH kepala sekolah bertugas menentukan visi pengasuhan bagi anak sekaligus mengevaluasinya. Selain juga membuat nyaman suasana sekolah yakni ibunya

28. Jika AYAH hanya mengurusi TV rusak, keran hilang, genteng bocor di dalam rumah, ini bukan AYAH ‘kepala sekolah’ tapi AYAH ‘penjaga sekolah’

29. Ibarat burung yang punya dua sayap. Anak membutuhkan kedua-duanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH dan ibunya

30. Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna terhadap logika. Kedua-duanya dibutuhkan oleh anak

31. Jika ibu tak ada, anak jadi kering cinta. Jika AYAH tak ada, anak tak punya kecerdasan logika
                                                                     
32. AYAH mengajarkan anak menjadi pemimpin yang tegas. Ibu membimbingnya menjadi pemimpin yang peduli. Tegas dan peduli itu sikap utama

33. Hak anak adalah mendapatkan pengasuh yang lengkap. AYAH terlibat, ibu apalagi.

34. Mari penuhi hak anak untuk melibatkan AYAH dalam pengasuhan. Semoga negeri ini tak lagi kehilangan AYAH


35. Silahkan share jika berkenan agar makin banyak AYAH yang peduli dengan urusan pengasuhan. Salam bahagia (bendri jaisyurrahman)

Monday, April 6, 2015

Kultwit ttg OrangTua Durhaka Oleh Ustaz Bendri Jaisyurrahman

Kultwit ttg OrangTua Durhaka
Oleh Ustaz Bendri Jaisyurrahman

1. Hal yg indah ketika Allah memberi amanah kepada orang tua. Lahir nya anak sebagai pelipur lara. Dinanti sejak awal berumah tangga.

2. #anak dinantikan hadirnya, namun saat terlahir banyak yg mengabaikannya demi mengejar obsesi dunia.

3. Banyak pasangan berobat demi mendapatkan #anak. Di sisi lain banyak pasangan setelah memiliki anak sibuk dgn mencari harta yg banyak.

4. Padahal #anak bukanlah piaraan sebagaimana kucing anggora. Sekedar dikasih makan selesai begitu saja. Mereka punya jiwa yang harus disapa.

5. Ortu bersusah payah penuhi kebutuhan materi. Namun sering abai memenuhi kebutuhan hati& ruhani. Jadilah mereka tumbuh tanpa harga diri #anak

6. Saat #anak dirundung masalah sepulang sekolah, ortu sering tak ada di rumah. Mereka mengadu kepada tetangga sebelah. Kita cemburu dan marah

7. Saat #anak unjuk prestasi. Berharap ortu hadir dan memuji. Namun ortu sibuk dengan segudang alibi. Mereka merasa yatim sejak dini

8. Saat #anak msh bayi ortu rela be gadang. Setelah tumbuh remaja komunikasi menjadi jarang. Sekadar tanya PR tak ada waktu berbincang

9. Kita salahkan tv sebagai perusak. Namun tak mampu memberi hiburan #anak walau sejenak. Malah bangga dianggap anak sebagai ortu yang galak.

10. #anak mencoba datang ke mesjid. Saat bercanda malah dibentak dan dicubit. Hati mereka sakit. Bertekad jauhi masjid

11. #anak lebih memilih ke warnet. Disambut laksana artis di atas karpet. Disana mereka awet. Ortu makin mumet

12. Saat #anak bertanya tentang seks yang tabu. Ortu menghardik dan menggerutu. Tak dijawab malah mngalihkan isu. #anak mncari jwb dr film biru

13. Saat #anak mulai jatuh cinta. Mereka butuh teman bercerita. Ortu berasa entah dimana. Mereka pun curhat lewat dunia maya

14. Saat ortu tak bisa menjadi kawan. Mereka pun memutuskan untuk pacaran. Demi bisa dapat perhatian sekaligus belaian yg diidamkan. #anak

15. Ortu hanya bisa marah. Sementara pacar bersikap ramah. #anak lebih membela pacar dibandingkan ortu yg suka menampar

16. Ortu merasa sudah berjasa. Memberikan semua yg #anak pinta. Padahal #anak jarang disapa. Sudah lama tak bermain dan bercanda.

17. Saat #anak dirasa menjauh ortu menyesal. Hanya bisa marah2 dan merasa gagal. Saat bayi dulu #anak ditimang. Sudah besar bertemu jarang.

18. Andai waktu bisa berulang. Perbaiki kesalahan yg sudah melekang. Namun #anak kadung menentang. Tinggallah ortu merasa gamang

19. Jika semua sudah terlanjur, maka evaluasi haruslah jujur. Tak perlu salahkan siapa2. Semua pasti ada hikmahnya. #anak

20. Meminta maaf bisa lmbutkan jiwa. Teriring kalimat cinta. Dgn pasangan saling bekerjasama. Memulai tekad jalin kasih dalam keluarga. #anak

21. Bersusah payah mengasuh #anak di dunia tidaklah mengapa. Asal di akhirat bisa brkumpul bersama. Allah buatkan rumah di surga. Duh indahnya

22. Jangan malu mencari ilmu. Sebab mengasuh #anak memang perlu guru. Agar kita tak keliru. Berharap #anak jadi pribadi bermutu

23. Luangkan waktu ikut seminar pengasuhan. Praktekkan bersama pasangan. #anak bangga punya ortu idaman. Selalu mendampingi saat dibutuhkan

24. Saat ortu telah tiada. #anak tak henti mengirim doa. Sebab cinta telah tertanam sedemikian rupa. Buah dari pengasuhan yang utama

25. Kelah kita kan kumpul bersama di surga. Merajut kasih bersama #anak cucu tercinta. Buah dari pengasuhan yg berkualitas selama di dunia

26. Sibuk bekerja itu sah sah saja. Tapi tanggung jawab sebagai ortu tetap yg utama. Kelak ditagih di akhir masa. #anak.

27. Ingatkan pasangan jikalau lupa. Bahwa hidup bukan semata materi dan benda. Amanah Allah haruslah djaga. Jgn sampai menyesal di masa tua #anak

28. Semoga tak ada lagi ortu durhaka. Yakni abaikan hak #anak seenaknya. Berharap sukses dlm kerja. Keluarga tetap terjaga.

Kultwit ttg OrangTua Durhaka Oleh Ustaz Bendri Jaisyurrahman

Kultwit ttg OrangTua Durhaka
Oleh Ustaz Bendri Jaisyurrahman

1. Hal yg indah ketika Allah memberi amanah kepada orang tua. Lahir nya anak sebagai pelipur lara. Dinanti sejak awal berumah tangga.

2. #anak dinantikan hadirnya, namun saat terlahir banyak yg mengabaikannya demi mengejar obsesi dunia.

3. Banyak pasangan berobat demi mendapatkan #anak. Di sisi lain banyak pasangan setelah memiliki anak sibuk dgn mencari harta yg banyak.

4. Padahal #anak bukanlah piaraan sebagaimana kucing anggora. Sekedar dikasih makan selesai begitu saja. Mereka punya jiwa yang harus disapa.

5. Ortu bersusah payah penuhi kebutuhan materi. Namun sering abai memenuhi kebutuhan hati& ruhani. Jadilah mereka tumbuh tanpa harga diri #anak

6. Saat #anak dirundung masalah sepulang sekolah, ortu sering tak ada di rumah. Mereka mengadu kepada tetangga sebelah. Kita cemburu dan marah

7. Saat #anak unjuk prestasi. Berharap ortu hadir dan memuji. Namun ortu sibuk dengan segudang alibi. Mereka merasa yatim sejak dini

8. Saat #anak msh bayi ortu rela be gadang. Setelah tumbuh remaja komunikasi menjadi jarang. Sekadar tanya PR tak ada waktu berbincang

9. Kita salahkan tv sebagai perusak. Namun tak mampu memberi hiburan #anak walau sejenak. Malah bangga dianggap anak sebagai ortu yang galak.

10. #anak mencoba datang ke mesjid. Saat bercanda malah dibentak dan dicubit. Hati mereka sakit. Bertekad jauhi masjid

11. #anak lebih memilih ke warnet. Disambut laksana artis di atas karpet. Disana mereka awet. Ortu makin mumet

12. Saat #anak bertanya tentang seks yang tabu. Ortu menghardik dan menggerutu. Tak dijawab malah mngalihkan isu. #anak mncari jwb dr film biru

13. Saat #anak mulai jatuh cinta. Mereka butuh teman bercerita. Ortu berasa entah dimana. Mereka pun curhat lewat dunia maya

14. Saat ortu tak bisa menjadi kawan. Mereka pun memutuskan untuk pacaran. Demi bisa dapat perhatian sekaligus belaian yg diidamkan. #anak

15. Ortu hanya bisa marah. Sementara pacar bersikap ramah. #anak lebih membela pacar dibandingkan ortu yg suka menampar

16. Ortu merasa sudah berjasa. Memberikan semua yg #anak pinta. Padahal #anak jarang disapa. Sudah lama tak bermain dan bercanda.

17. Saat #anak dirasa menjauh ortu menyesal. Hanya bisa marah2 dan merasa gagal. Saat bayi dulu #anak ditimang. Sudah besar bertemu jarang.

18. Andai waktu bisa berulang. Perbaiki kesalahan yg sudah melekang. Namun #anak kadung menentang. Tinggallah ortu merasa gamang

19. Jika semua sudah terlanjur, maka evaluasi haruslah jujur. Tak perlu salahkan siapa2. Semua pasti ada hikmahnya. #anak

20. Meminta maaf bisa lmbutkan jiwa. Teriring kalimat cinta. Dgn pasangan saling bekerjasama. Memulai tekad jalin kasih dalam keluarga. #anak

21. Bersusah payah mengasuh #anak di dunia tidaklah mengapa. Asal di akhirat bisa brkumpul bersama. Allah buatkan rumah di surga. Duh indahnya

22. Jangan malu mencari ilmu. Sebab mengasuh #anak memang perlu guru. Agar kita tak keliru. Berharap #anak jadi pribadi bermutu

23. Luangkan waktu ikut seminar pengasuhan. Praktekkan bersama pasangan. #anak bangga punya ortu idaman. Selalu mendampingi saat dibutuhkan

24. Saat ortu telah tiada. #anak tak henti mengirim doa. Sebab cinta telah tertanam sedemikian rupa. Buah dari pengasuhan yang utama

25. Kelah kita kan kumpul bersama di surga. Merajut kasih bersama #anak cucu tercinta. Buah dari pengasuhan yg berkualitas selama di dunia

26. Sibuk bekerja itu sah sah saja. Tapi tanggung jawab sebagai ortu tetap yg utama. Kelak ditagih di akhir masa. #anak.

27. Ingatkan pasangan jikalau lupa. Bahwa hidup bukan semata materi dan benda. Amanah Allah haruslah djaga. Jgn sampai menyesal di masa tua #anak

28. Semoga tak ada lagi ortu durhaka. Yakni abaikan hak #anak seenaknya. Berharap sukses dlm kerja. Keluarga tetap terjaga.